Komitmen terhadap pengembangan riset lingkungan terus ditunjukkan oleh mahasiswa dan dosen Program Studi Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Islam Malang melalui penelitian mengenai pemanfaatan tanaman air sebagai agen fitoremediasi dalam pengolahan limbah tinja.
Penelitian yang dilakukan di Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Supit Urang Kota Malang tersebut mengkaji potensi kombinasi tanaman semanggi air (Marsilea crenata) dan pakis lidah kolam (Microsorum pteropus) dalam membantu proses pengolahan limbah cair secara alami dan lebih ramah lingkungan.
Kajian ini dilakukan oleh Diyah Warda Zakia bersama Hamdani Dwi Prasetyo dan Husain Latuconsina sebagai bagian dari pengembangan penelitian mikrobiologi lingkungan dan pengelolaan limbah berbasis ekologi. Penelitian tersebut dipublikasikan dalam Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sains UNISMA Malang (JIMSUM) Volume 1 Nomor 2 Tahun 2023.
Fitoremediasi sendiri merupakan metode pengolahan limbah yang memanfaatkan kemampuan alami tumbuhan untuk membantu mengurangi kandungan pencemar di lingkungan. Pendekatan ini menjadi salah satu alternatif teknologi hijau yang terus dikembangkan karena relatif ramah lingkungan, berbiaya lebih rendah, dan berpotensi mendukung sistem pengolahan limbah berkelanjutan.
Dalam penelitian ini, tim peneliti melakukan pengamatan terhadap perubahan kualitas air limbah menggunakan beberapa parameter fisik penting, yaitu Total Dissolved Solid (TDS), Electrical Conductivity (EC), dan Total Suspended Solid (TSS). Pengamatan dilakukan selama lima minggu dengan metode eksperimen dan pengukuran berkala.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi tanaman semanggi air dan pakis lidah kolam memberikan respons yang berbeda terhadap kondisi limbah dengan tingkat pencemar yang cukup tinggi. Pada beberapa parameter, tanaman menunjukkan kemampuan adaptasi dalam lingkungan limbah, meskipun efektivitas penurunan kandungan pencemar belum optimal.
Menurut tim peneliti, kondisi tersebut menjadi informasi ilmiah yang sangat penting dalam pengembangan teknologi fitoremediasi di masa depan. Setiap jenis tumbuhan memiliki kemampuan toleransi dan kapasitas serapan yang berbeda terhadap zat pencemar tertentu, sehingga diperlukan penelitian lanjutan untuk menemukan kombinasi tanaman yang paling efektif.
Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan bahwa faktor lingkungan seperti tingkat toksisitas limbah, kejenuhan tanaman, kondisi akar, hingga proses fisiologis tumbuhan sangat memengaruhi keberhasilan proses fitoremediasi. Temuan tersebut memberikan gambaran nyata mengenai kompleksitas pengolahan limbah berbasis biologis.
Dosen pendamping penelitian menjelaskan bahwa hasil penelitian tidak hanya dinilai dari keberhasilan akhir, tetapi juga dari data ilmiah yang dihasilkan selama proses penelitian berlangsung. Informasi mengenai keterbatasan suatu metode justru menjadi dasar penting dalam pengembangan inovasi berikutnya.

Melalui penelitian ini, mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung dalam melakukan penelitian laboratorium dan lapangan, mulai dari pengambilan sampel, pengukuran parameter kualitas air, analisis data, hingga interpretasi hasil penelitian berbasis ilmiah.
Riset ini juga membuka peluang pengembangan teknologi constructed wetland atau sistem pengolahan limbah berbasis vegetasi yang saat ini banyak dikembangkan di berbagai negara sebagai solusi pengelolaan limbah yang lebih berkelanjutan dan hemat energi.
Ke depan, penelitian mengenai fitoremediasi di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Islam Malang diarahkan untuk mengeksplorasi berbagai jenis tumbuhan lokal yang memiliki potensi lebih tinggi dalam menyerap bahan pencemar, termasuk kombinasi beberapa spesies tanaman air, optimalisasi media tanam, hingga integrasi dengan teknologi pengolahan limbah modern lainnya.
Selain itu, penelitian lanjutan juga berpotensi dikembangkan pada pengukuran parameter biologis dan kimia lain seperti BOD, COD, kandungan logam berat, hingga efektivitas mikroorganisme rizosfer dalam membantu proses dekomposisi limbah.
Melalui pengembangan riset-riset lingkungan seperti ini, FMIPA UNISMA terus mendorong lahirnya inovasi berbasis sains yang tidak hanya memperkuat kualitas akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap isu lingkungan dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Kajian tersebut dipublikasikan dalam Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sains UNISMA Malang (JIMSUM) Volume 1 Nomor 2 Tahun 2023 dengan judul Fitoremediasi Kombinasi Tumbuhan Semanggi (Marsilea crenata) dan Pakis Lidah Kolam (Microsorum pteropus) terhadap Air Limbah Tinja.
