Penelitian Kolaboratif UNISMA–UPM Kembangkan Metode Ramah Lingkungan Pengendalian Rayap Berbasis Gelombang Suara

MALANG – Tim peneliti Universitas Islam Malang (UNISMA) bersama Universiti Putra Malaysia (UPM) mengembangkan pendekatan baru pengendalian hama rayap berbasis gelombang suara biologis (bioacoustic). Penelitian kolaboratif ini diketuai oleh Dr. Sama’ Iradat Tito, S.Si., M.Si. dari Program Studi Biologi FMIPA UNISMA, dengan kolaborator internal Abdul Basit, Ph.D. dari Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian UNISMA, serta mitra kolaborasi Internasional dari Universiti Putra Malaysia (UPM) oleh Dr. Jamhuri dari Department of Forestry Science and Biodiversity, Faculty of Forestry and Environment. Metode ini memanfaatkan suara jangkrik sebagai stimulus getaran untuk mengganggu sistem komunikasi koloni rayap tanpa menggunakan bahan kimia.

Penelitian ini menjadi salah satu riset unggulan yang didanai melalui Hibah Institusi UNISMA (HIMA) dan saat ini naskah ilmiahnya sedang dalam proses publikasi di The Journal of Tropical Plant Pests and Diseases yang terindeks Scopus Q3. Tim peneliti terdiri dari dosen dan mahasiswa Program Studi Biologi FMIPA UNISMA, yaitu Leny Ardini Arianti, Rodinatul Munawaroh, dan Dwi Kartika Wati, yang terlibat aktif dalam pelaksanaan eksperimen, pengolahan data, dan penyusunan manuskrip ilmiah. Riset berangkat dari tingginya kerusakan bangunan dan tanaman akibat serangan rayap di wilayah tropis. Selama ini, pengendalian rayap masih didominasi metode kimia yang berisiko terhadap lingkungan dan membutuhkan biaya tinggi. Karena itu, tim peneliti mengembangkan pendekatan alternatif berbasis biogeofisika dan perilaku serangga sosial.

Ketua tim peneliti, Dr. Sama’ Iradat Tito, S.Si., M.Si., menjelaskan bahwa rayap berkomunikasi menggunakan getaran substrat melalui perilaku “drumming” atau hentakan tubuh. Sistem komunikasi inilah yang menjadi target gangguan dalam penelitian “Alih-alih membunuh rayap dengan racun, pendekatan kami mengganggu sistem komunikasi koloninya. Ketika komunikasi terganggu, koordinasi koloni melemah dan aktivitas eksplorasi ikut menurun,” jelas tim peneliti.

Dalam eksperimen laboratorium, peneliti menggunakan perangkat audio portabel berisi suara jangkrik dengan frekuensi dominan sekitar 4,3–4,5 kHz. Gelombang audiosonik ini dipaparkan pada rayap tanah genus Schedorhinotermes dengan variasi jarak dan durasi paparan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan suara biologis tersebut memicu peningkatan perilaku responsif rayap berupa drumming serta memunculkan perilaku positive taxis, yaitu pergerakan rayap prajurit mendekati sumber getaran. Respons tertinggi terjadi pada jarak dekat dan durasi paparan 4–5 menit, menandakan adanya integrasi respons berbasis ruang dan waktu.

Analisis biofisika juga menunjukkan sekitar 44–45 persen energi gelombang suara berhasil ditransmisikan ke medium tanah dan kayu, cukup untuk menstimulasi reseptor mekanik rayap. Temuan ini memperkuat dasar ilmiah bahwa gelombang suara alami dapat dimanfaatkan sebagai metode pengendalian rayap non-letal dan ramah lingkungan yang sejalan dengan prinsip Integrated Pest Management (IPM).

Kolaborasi riset ini mempertemukan keahlian lintas disiplin dan lintas unit. Dari UNISMA, penelitian dipimpin oleh Program Studi Biologi FMIPA dengan dukungan bidang Agroteknologi Fakultas Pertanian. Dari pihak Universiti Putra Malaysia (UPM), kolaborasi didukung oleh kepakaran bidang kehutanan dan biodiversitas tropis. Sinergi MIPA–Kehutanan–Pertanian ini memperkuat pendekatan multidisipliner dalam pengembangan metode pengendalian rayap ramah lingkungan. Kolaborasi internasional ini juga melibatkan dosen mitra dari Universiti Putra Malaysia pada bidang kehutanan dan biodiversitas sebagai kolaborator riset eksternal, yang berkontribusi pada penguatan desain metodologi, analisis biofisika, dan penajaman substansi ilmiah manuskrip.

Di bawah koordinasi tim riset yang dipimpin Dr. Sama’ Iradat Tito, S.Si., M.Si., peneliti UNISMA juga terlibat dalam penulisan buku bunga rampai bersama peneliti BRIN yang membahas dinamika penyakit tular vektor nyamuk di Indonesia. Kontribusi tersebut memperlihatkan keterhubungan riset kampus dengan agenda ilmiah nasional.

Capaian riset ini juga terhubung dengan prestasi mahasiswa. Sebelumnya, tim mahasiswa Biologi UNISMA meraih medali perunggu dalam Nusantara Creative Competition 2 melalui karya riset inovatif. Hasil kompetisi tersebut kini dikembangkan lebih lanjut menjadi manuskrip ilmiah untuk diarahkan ke publikasi bereputasi. Rangkaian capaian hibah institusi, kolaborasi internasional, publikasi Scopus, dan kontribusi buku ilmiah nasional menegaskan penguatan ekosistem riset di UNISMA. Pendekatan pengendalian rayap berbasis gelombang suara biologis ini diharapkan menjadi alternatif teknologi preventif yang lebih aman, berkelanjutan, dan aplikatif di masa mendatang. Capaian ini menegaskan peran Program Studi Biologi FMIPA UNISMA sebagai pusat pengembangan riset kolaboratif multidisiplin berbasis hibah institusi, jejaring internasional, dan luaran publikasi bereputasi.