Optimalisasi IKU 2 Melalui Hubungan Pertanian dengan Ilmu Lainnya,  Mahasiswa MSIB Prodi Biologi Unisma Berinovasi Daur Ulang Limbah Organik dengan Minim Penggunaan Bahan Kimia, di Desa Poncokusumo

Amartya Gesit Savana, Mahasiswi Biologi Fakultas MIPA UNISMA mengikuti program pemerintah yakni MSIB Batch 6 di PT. AMATI Indonesia selama kurang lebih lima bulan. Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) merupakan program persiapan karier yang komprehensif dan memberikan kesempatan bagi Mahasiswa untuk belajar di luar program studi dengan jaminan konversi SKS yang diakui perguruan tinggi dan mendukung IKU 2. Kegiatan ini bertempat di Desa Poncokusumo yang merupakan desa kaya akan produksi tanaman khususnya pada tanaman hortikultura. Mayoritas masyarakat di Desa Poncokusumo menanam tanaman hortikultura seperti tomat, cabai, sayur kol. Jeruk dan bunga krisan. Desa Poncokusumo juga memiliki destinasi wisata diantaranya adalah area berkemah Ledok Ombo, hingga fasilitas homestay.

Kegiatan yang diikuti oleh salah satu mahasiswi Biologi Fakultas MIPA UNISMA ini adalah memajukan sumber daya alam dan manusia di Desa Penempatan projek. Masalah yang menjadi fokus dari projek PT. AMATI Indonesia di Desa Poncokusumo diantaranya adalah Limbah Organik dari sisa sampah dapur maupun dari tanaman yang membusuk, lahan kosong di desa yang kurang mendapatkan perhatian dari masyarakat, dan penggunaan pupuk kimia yang sudah menjadi praktik umum dalam industri perkebunan. Oleh karena itu, penting untuk mengeksplorasi dan mengadopsi alternatif yang lebih ramah lingkungan, seperti penggunaan pupuk organik serta teknik pertanian yang berkelanjutan.

Dari banyaknya masalah tersebut, mahasiswa program MSIB ini melakukan projek untuk mengurangi permasalah yang ada. Solusi untuk masyarakat di Desa Poncokusumo diantaranya adalah dengan pembelajaran budidaya maggot, pertanian dengan sistem yang kompleks, serta mengganti kebiasaan pupuk kimia dengan pupuk organik.

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai macam daerah, salah satunya mahasiswa dari Universitas Islam Malang. Kegiatan ini berlangsung selama lima bulan, dengan penilaian projek yang telah dilaksanakan mendapat predikat cukup baik dari mitra. (Pewarta : A. Gesit)