Himpunan Mahasiswa Biologi Universitas Islam Malang telah menyelengarakan sosialisasi “Upaya Pencegahan dan Pengendalaian Skabies kepada Siswa-Siswi MTs Bustanul Ulum” yang diselengarakan pada 25 Juli 2024. Tujuan adanya sosialiasasi ini adalah menyebarluaskan informasi mengenai penyebab, gejala, dan cara pencegahan Skabies kepada para siswa, serta meningkatkan pemahaman para siswa mengenai pentingnya kebersihan diri dan lingkungan sebagai langkah pencegahan Skabies.

MTs Bustanul Ulum merupakan salah satu sekolah yang berada di Kabupaten Malang lebih tepatnya berada di Desa Wadung, Kecamatan Pakisaji. Sosialisasi ini disambut hangat oleh Guru dan para siswa yang mengikuti sosialisasi. Hal tersebut dibuktikan dari membludaknya peserta sosialisasi yang ditargetkan hanya 35 siswa menjadi 41 siswa. Para peserta merupakan siswa kelas 8 dan 9 dari MTs Bustanul Ulum. Kegiatan ini dimulai dengan sambutan yang disampaikan oleh Ketua Program Studi Biologi UNISMA dan Kepala Sekolah Bustanul Ulum. Kemudian, dilanjutkan penyebaran kuisioner untuk peserta yang dibagikan sebelum penyampaian materi dan di akhir materisetelah sesi tanya jawab mengenai Skabies.
Suksesnya sosialiasai yang disampaikan oleh salah satu dosen Biologi yakni Majida Ramadhan, S.Si., M.Si, menjadikan siswa memperoleh pengetahuan yang lebih baik mengenai penyakit Skabies, termasuk cara pencegahan dan pengendaliannya. Tersedianya materi edukasi yang dapat dipergunakan oleh para siswa dalam jangka panjang. Serta adanya peningkatan kesadaran para siswa tentang pentingnya kebersihan dan cara-cara pencegahan infeksi Skabies. Hasil terssebut dapat dilihat dari kuisioner sebelum dan setelah penyampaian materi yang sebar pada siswa. Kegiatan pengabdian masyarakat ini beranggotakan Allinha Yusfin Innaya, Nela Vede Rhofa Putri, Lina Purnama Dewi, Muhmmad Hafiz Husain, Shofia Jannatul Ma’fifah dan Dwi Eva Vitriana berjalan dengan lancar dan mendapatkan respon positif dari para siswa yang hadir. Diharapkan dengan adanya sosialisasi ini, pengetahuan tentang Skacabies dapat menyebar dan diterapkan dengan baik di masyarakat, sehingga dapat menekan dan menurunkan angka kasus Skabies.
