Menu Close

PUSAT STUDI

Penerapan Sikap Aswaja dalam Pembangunan dan Manajemen Lingkungan
Nahdlatul Ulama (NU) sebagai persatuan para ulama dan para pengikutnya telah menginspirasi negeri ini. Sebagai gerakan keagamaan, Nahdlatul Ulama telah berjasa membangun negara dan anak bangsa menjadi insan yang bertaqwa kepada Allah, cerdas, terampil, berakhlak mulia, tentram, adil dan sejahtera. Hal ini tidak lepas dari sikap-sikap yang diajarkan dalam Ahlussunnah Wal Jama’ah. Sikap tersebut terdiri dari sikap tawassuth, i’tidal, tasamuh dan tawazzun yang diajarkan dalam nahdlatul ulama. lebih lengkap https://www.timesindonesia.co.id/read/news/249325/www.unisma.ac.id

FMIPA Unisma Malang Gelar Wisata Publikasi Wawasan Konservasi Biodiversitas
Empat tim dosen melakukan penyuluhan dan pelatihan terkait bioentrepreneur. Tim inovasi herbarium kering bersama Ari Hayati, Tintrim Rahayu, Hasan Zayadi. Tim konservasi sumberdaya hayati ikan di Indonesia bersama Husein Latuconsina, Hari Santoso. Tim motivasi dalam mengembangkan entrepreneur bagi kalangan siswa bersama Hamdani Dwi Prasetyo, Saimul Laili, Majidah Ramadhan. Dan tim metode pembelajaran mudah bagi siswa tentang pemahaman konsep biomol melalui analisis in silico bersama Gatra Ervi Jayanti, Nurul Jadid Mubarakati, Nour Athiroh AS. lebih lengkap https://www.timesindonesia.co.id/read/news/248627/fmipa-unisma-malang-gelar-wisata-publikasi-wawasan-konservasi-biodiversitas

Pandemi dalam Perspektif Ekologi dan Urgensi Pembangunan Berkelanjutan
Berdasarkan perspektif ekologi, maka dapat dikatakan bahwa pandemi virus yang melanda dunia seperti Covid-19 tidak terlepas dari aktivitas antropogenik yang kurang mempertimbangkan keseimbangan ekologi dan mutu serta daya dukung lingkungan. Saat hutan belum terjamah oleh aktivitas antropogenik, sudah terbentuk ekosistem alami dengan interaksi yang kompleks, dinamis dan saling mempengaruhi. lebih lengkap https://duta.co/pandemi-dalam-perspektif-ekologi-dan-urgensi-pembangunan-berkelanjutan

Potensi Gelombang Suara sebagai Pemutus Penyebaran Virus Corona
Suara dapat mempengaruhi pikiran dan tubuh. Suara acak dianggap kebisingan atau hiruk-pikuk, sementara suara terorganisir dianggap sebagai musik; itulah sebabnya musik selalu menjadi bagian mendasar dari kehidupan kita. Dari ketukan drum yang paling sederhana hingga orkestra yang kompleks, musik ada di sekitar kita. Bukan rahasia lagi bahwa ketika seseorang melantunkan bunyi tertentu baik dari kitab suci, melafalkan ayat Tuhan hingga musik klasik akan dapat mempengaruhi pikiran dan tubuh pendengarnya. Hal tersebut berhubungan pula dengan penyembuhan penyakit dan emosi manusia. lebih lengkap https://duta.co/potensi-gelombang-suara-sebagai-pemutus-penyebaran-virus-corona

Uniknya FMIPA Unisma, dari Taman Quran Sampai Didatangi Ahli Fisika Rusia
Bagi yang keingintahuan besar terhadap berbagai hal seputar kehidupan, Fakultas Matematika dan IPA (MIPA) Unismalah tempatnya. Diajar oleh dosen-dosen profesional, sarana praktikum Tanaman Alqur’an, hingga berkesempatan dikunjungi Ahli Fisika dari Rusia. lebih lengkap https://duta.co/uniknya-fmipa-unisma-dari-taman-quran-sampai-didatangi-ahli-fisika-rusia

Mahasiswa Unisma Gagas Rainbow Plant City
Ketiga mahasiswa MIPA Unisma tersebut adalah Qudrati Rohmah, Fatimatus Zahrotul Husna, dan Malia Anjani di bawah bimbingan dosen, Hasan Zayadi.Gagasan tersebut berjudul Rainbow Plant City, sebuah konsep penataan kota futuristik berbasis kawasan pelangi, sebagai solusi meminimalisir perubahan iklim global. lebih lengkap https://www.medcom.id/pendidikan/news-pendidikan/nN9MgX8N-mahasiswa-unisma-gagas-rainbow-plant-city

3 Mahasiswa FMIPA Universitas Islam Malang Manfaatkan Jerami Padi Kering Buat Pengawet Minuman
Tiga mahasiswa FMIPA Universitas Islam Malang (Unisma) melakukan penelitian pemanfaatan jerami padi sebagai satu di antara alternatif pengawet minuman. Mereka adalah Ria Rismawati, Immega Adelia Nurdin dan Muhammad Nizham Pradiptha. Ketiganya dibimbing oleh dosen Dr Nurul Jadid Mubarokati SSi MSi. lebih lengkap https://jatim.tribunnews.com/2019/06/27/3-mahasiswa-fmipa-universitas-islam-malang-manfaatkan-jerami-padi-kering-buat-pengawet-minuman

Berkenalan dengan Si Pemecah Misteri Benalu, Dr Nour Athiroh Abdus Sjakoer
Benalu merupakan salah satu tumbuhan yang seringkali tidak diperhatikan oleh banyak orang. Benalu ini termasuk tumbuhan parasit yang hidup pada tumbuhan lain. Tumbuhan yang dihinggapi benalu disebut dengan tumbuhan inang, dan benalu ini tidak pernah menguntungkan tumbuhan inangnya malah merugikan tumbuhan inangnya. Jadi, banyak orang yang tidak memperhatikannya. lebih lengkap https://www.timesindonesia.co.id/read/news/155973/berkenalan-dengan-dr-nour-athiroh-abdus-sjakoer-ssi-mkes-pemecah-misteri-benalu

Stabilitas Hutan Mangrove di Tengah Ancaman Global
Hutan mangrove diproyeksikan menjadi andalan program pengurangan emisi karbon di Indonesia. Kendati luasnya hanya 2,5% kawasan hutan tropis Indonesia, namun kerusakan hutan ini berdampak jauh lebih besar ketimbang kerusakan hutan konvensional. Berbagai hasil penelitian menyimpulkan bahwa menghancurkan 1 ha hutan mangrove, akan menghasilkan emisi setara dengan menebang 3–5 ha hutan tropis konvensional di daratan. Hutan mangrove sebagai hutan lahan basah mampu menyimpan 800–1.200 ton CO2/ha, di mana pelepasan emisi CO2 ke udara pada hutan mangrove lebih kecil daripada hutan konvensional di daratan. Selain itu, proses dekomposisi serasah pada hutan mangrove tidak melepaskan emisi karbon ke udara, sedangkan tanaman hutan konvensional di daratan yang mati akan melepaskan 50% karbon ke udara. Berdasarkan fakta ini, maka hutan mangrove di Indonesia dengan luas areal 2,9 juta hektar merupakan tempat serapan karbon tertinggi di dunia, yaitu sebesar 3,14 miliar ton karbon. lebih lengkap https://duta.co/stabilitas-hutan-mangrove-di-tengah-ancaman-global

Indonesia di Ambang Krisis Biodiversitas Ikan
Berdasarkan data yang dirilis oleh www.fishbase.org sebanyak 232 spesies ikan asli Indonesia mengalami keterancaman di alam liar, ancaman yang umum terjadi di Indonesia meliputi: i) eksploitasi berlebihan, ii) penggunaan alat tangkap destruktif dan tidak selektif,  iii) introduksi spesies asing yang berpotensi invasif, iv) pencemaran perairan, dan v) dampak pemanasan global dan perubahan iklim. lebih lengkap https://duta.co/indonesia-di-ambang-krisis-biodiversitas-ikan

KKN 23 Unisma Malang Turut Selamatkan Mata Air di Desa Mulyoasri
Berdasaskan hasil survei mahasiswa KKN-PPM Tematik Unisma yang tergabung dalam kelompok 23, meliputi dari 10 orang mahasiswa, yaitu: Vara Arsyilia Fitriani (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan), Eva M. Seda Gadi, Ahmad Isomudin, Heksni Laksa Berlian (Fakultas Agama Islam), Ainul Yaqin, Fendri Yuwasahin, Tri Adi Handoyo Putra (Fakultas Teknik), Putri Nur Azizah (Fakultas Pertanian), M. Alhayyu Infant Mauluddin, Zahid Ubaidillah (Fakultas Ekonomi dan Bisnis), mereka menemukan salah satu persoalan yang dihadapi masyarakat khususnya pada pedukuhan Mulyoasri adalah kesulitan mendapatkan air bersih. lebih lengkap https://www.timesindonesia.co.id/read/news/253374/kkn-23-unisma-malang-turut-selamatkan-mata-air-di-desa-mulyoasri

Sumbangsih Unisma atasi problem sampah
Delegasi dari Unisma terdiri atas 8 orang. Terdiri dari dua dosen, yakni Dr Ratna Djuniwati Lisminingsih MSi dan Anik Malikah SE MM, serta 6 mahasiswa program studi (prodi) biologi dan akuntansi. Serangkaian kegiatan sudah digeber tim tersebut. Mulai dari sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan. Salah satu dosen Unisma, Dr Ratna Djuniwati Lisminingsih MSi, menjelaskan bila pelatihan yang sudah diberikan seperti pembuatan kompos dari sisa sampah organik. Ada pula pelatihan pembuatan mikroorganisme lokal (MOL) yang berbahan dasar bonggol pisang. Dia menjabarkan bila bahan tersebut bisa mempercepat proses pembusukan kompos. Selain itu, ada pula pelatihan tentang daur ulang sampah anorganik. lebih lengkap https://radarmalang.jawapos.com/headline/28/09/2019/sumbangsih-unisma-atasi-problem-sampah/

Bangun Taman Alquran seperti di Maroko
Mungkin ini masih kali pertama ada di kampus Malang Raya, baik kampus negeri maupun swasta. Yaitu perguruan tinggi membuat taman Alquran di area kampus. Taman seluas sekitar 15×10 meter ini dibuat oleh dosen Universitas Islam Malang (Unisma) sejak 2017 lalu. Di mana semua tanaman di dalam taman ini adalah tumbuhan yang disebutkan dalam Alquran. Seperti tiga varietas tanaman zaitun, tiga varietas buah tin, lima varietas kurma, delima hitam, rumput alfalfa, dan beberapa varietas pisang. Penggagas taman Alquran sekaligus dosen Unisma Ir Tintrim Rahayu MSi menyampaikan, ide pembuatan taman ini berawal dari temannya, Muhaimin Iqbal. Di mana temannya ini pernah melihat taman berumur 3.000 tahun yang ditumbuhi berbagai macam tanaman di dalam Alquran saat berada di Maroko. lebih lengkap https://radarmalang.jawapos.com/headline/12/08/2019/bangun-taman-alquran-seperti-di-maroko/

Peringati Hari Lingkungan Hidup, FMIPA UNISMA Gelar Webinar
FMIPA Universitas Islam Malang menggelar Webinar bertajuk Pandemi dan New Normal di perguruan tinggi, Jumat (5/6/2020) pukul 13.00-15.00 WIB, dengan aplikasi Zoom Meet dan Youtube live. Narasumber webinar adalah Prof Dr H Maskuri MSi (Rektor Unisma Malang), Prof Drs H Sutiman Bambang Sumitro MSc DSc (Dekan Pertama FMIPA Unisma Malang) dan Dr Ari Hayati MP (Dekan FMIPA Unisma Malang) dengan moderator, Dr Gatra Ervi Jayanti MSi. Dalam pelaksanaannya, webinar nasional kali ini serasa seminar internasional karena adanya peserta dari Asia Africa Institute- Universitat Hamburg, Jerman turut bergabung. Jumlah total peserta yang mengikuti webinar sebanyak 265 orang. lebih lengkap https://duta.co/peringati-hari-lingkungan-hidup-fmipa-unisma-gelar-webinar