Informasi

Biologi UNISMA Bergabung dalam Sinergitas Lintas Batas

Jumat, 09 Agustus 2019 - 13:33 WIB
Diposting oleh: SYAMSUDIN UNISMA - Kategori: Kampus

Peduli Kebersihan Sungai Brantas Biologi UNISMA Bergabung dalam Sinergitas Lintas Batas

Malang - Kebersihan Sungai Brantas kini cukup memprihatinkan. Sejumlah sampah terlihat di pinggir sungai maupun yang terhanyut oleh air dan tersangkut di batu sungai. Pemandangan ini menjadi fokus Biologi UNISMA untuk terlibat dalam gerakan kesadaran “Sinergitas Lintas Batas: Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita”.

Universitas Islam Malang (Unisma) selaku Koordinator aksi gerakan yang diadakan pada Sabtu (3/8).  Dalam agenda apel pagi, Rektor UNISMA, Prof. Masykuri Bakri, M.Si menjelaskan bahwa kita harus memperhatikan alam sekitar kita, sehingga alam akan memperhatikan kita. Mengutip ayat Al Qurán Surat Ar-Ruum ayat 41 bahwa kerusakan alam disebabkan karena perbuatan tangan manusia, beliau berpesan bahwa kita harus menjaga kebersihan alam. Dengan menjaga kebersihan alam, maka manusia juga akan memperoleh manfaat dari alam. Sehingga upaya bersih sungai harus sering dilakukan.

Mahasiswa Biologi FMIPA Universitas Islam Malang turut mengambil sampah di Sungai Brantas (3/8/2019)

 

Elemen masyarakat meliputi instansi-instansi, TNI Polri, akademisi lembaga, ormas-komunitas, media serta mahasiswa terlibat aktif dalam mengambil sampah dari Sungai Brantas. Mahasiswa dan Dosen Biologi Unisma bergabung dalam mengangkut sampah yang tersangkut pada batuan dan tepi sungai. Terkumpul beberapa karung sampah yang diangkat dari area sungai agar tidak terbawa aliran sungai yang akan menyebabkan banjir di daerah hilir.

Gerakan kesadaran ini memang bertujuan untuk memperbaiki kualitas air Sungai Brantas. Adanya peningkatan kualitas air sungai maka diperoleh kualitas lingkungan yang dapat mendukung kehidupan flora fauna maupun manusia. Gerakan ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat agar lebih sadar dalam mengelola sampah. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap lingkungan juga akan menghindarkan masyarakat dari penyakit dan bencana banjir.(Hamdani Dwi Prasetyo)