Informasi

PELATIHAN TEKNOLOGI OSHIBANA DI FAKULTAS MIPA UNISMA

Kamis, 09 Juni 2016 - 09:31 WIB
Diposting oleh: SYAMSUDIN UNISMA - Kategori: Kampus

  Selasa, 07 Juni 2016 mahsiswa-mahasiswi serta Dosen Fakultas MIPA UNISMA terlihat bersemangat mengikuti workshop yang diadakan Dosen Pengampu Mata Kuliah Taksonomi Tumbuhan I, Fisiologi Tumbuhan dan Bioenterpreneurship. Yakni dengan sasaran mahasisiwa-mahasisiwi semester 2 dan semester 4. Workshop ini di isi oleh FUJI HANA Group yang terdiri dari ibu Dina Prastini dan 2 orang rekannya dengan tema “Perspektif Pemanfaatan Biologi Herbarium Untuk Peluang Kewirausahaan”. Pada workshop ini pemateri mengajarkan kepada mahasiswa-mahasiswi untuk memanfaatkan ilmu biologi yang telah didapatkan sebagai peluang berwirausaha  serta mensyukuri setiap ciptaan Tuhan yang mempunyai manfaat bagi mahluk hidup lainnya. Pemanfaatan Biologi dalam berwirausaha sekarang perlu dikembangkan dan perlu lahirkan inovasi-inovasi baru. Pemateri pada workshop ini mengajarkan teknik Oshibana, sebagai teknik pengolahan pengawetan suatu jenis tumbuhan yang dapat bernilai jual tinggi. Teknik Oshibana ini merupakan teknik pengawetan atau pengeringan jenis tumbuhan yang menghasilkan tumbuhan yang diawetkan tidak berubah warna dan tahan dalam jangka waktu cukup lama serta teknik Oshibana berbeda dengan herbarium. Pada herbarium biasanya dapat dilakukan dengan hanya menyimpan bunga atau daun kedalam buku tebal yang disimpan selama beberapa hari. Sedangkan teknik oshibana menggunakan cara yang lebih dari herbarium dan setiap jenis tumbuhan yang memiliki kadar air tinggi atau rendah sehingga menggunakan teknik Oshibana yang berbeda-beda.

Pada pelatihan ini, ibu Dina Prastini selaku pemateri memberikan beberapa meteri tentang tahap-tahap atau cara pengawetan dengan teknik Oshibana kepada mahsiswa-mahasiswi. Dan selanjutnya mengajarkan dengan cara mengaplikasikan teknik Oshibana kepada beberapa jenis tumbuhan yang memiliki kadar air sedikit sebagai objek aplikasinya. Berikut ini tahap-tahap pengeringan bunga atau daun menggunakan teknik Oshibana :

 Alat :

  1. Gunting
  2. Cutter
  3. Penjepit atau pinset untuk teknik oshibana
  4. Seterika
  5. Ampals atau kikir
  6. Alat pengering

Alat pengering terdiri dari, beberapa lapis kertas buram, busa dan kerta sminyak/kertas roti yang telah disusun rapi kemudian dugkung dengan kantong plastik yang berklip.

Berikut ini susunan alat pengering :

  1. Kertas buram
  2. Busa
  3. Kertas minyak/roti
  4. Kantong plastik berklip
  5. Papan
  6. Alat penindih yang berat (buku tebal, batu bata, dll).

Susunan dari alat penegring ini harus sesuai karena jika tidak akan mengganggu proses pengeringan.

 Cara kerja :

  1. Cari bunga tau daun yang memeiliki kadar air rendah, kemudian dipotong dengan gunting sesuai bentuk dan keiinginan. Pencarian bunga dilakukan sebaiknya pada hari yang cerah, tidak waktu hujan atau setelah hujan dan tidak waktu pagi hari. Karena waktu-waktu tersebut tanaman banyak mengandung air.
  2. Ditempatkan di alat pengering dengan segera agar tanaman tidak layu dan bentuknya tetap bagus (tidak berubah bentuk).
  3. Ditempatkan di alat pengering sesuai urutan, berikut cara menyusun bunga dan daun pada alat pengering :
    1. Letakkan 10 lembar kertas buram
    2. Letakkan 1 lembar busa (gabus) diatas kertas buram
    3. Letakkan 1 lembar kertas  minyak /roti diatas busa (gabus)
    4. Kemudian disusun bunga dan daunnya
    5. Tutup kembali dengan kertas roti/minyak 1 lembar (pada bagian kasar mehadap kebunga)
    6. Letakkan 10 lembar kertas buram
    7. Diulangi lagi urutan tahap no. 2 sampai no. 6
    8. Pengulangan hanya sampai 5 lapis bunga yang telah disusun, jika lebih awetan akan membusuk
    9. Dan yang terakhir dimasukkan susunan kertas tersebut ke dalam kantong plastik berklip dan ditutup dengan cara menekan pada bagian atas alat pengering sehingga udara yang ada didalam keluar dan kemudian ditutup klipnya dengan cepat agar tidk ada udara yang masuk lagi. Kemudian diberikan pemberat pada bagain atas alat pengering yang telah ditutup dengan papan selama 10 hari.

Jadwal pengeringan kertas pengering :

Pada hari ke-1, ke-2 , ke-3, ke-5 dan ke-7 alat pengering diganti

Sedangkan pada hari ke-4, ke-6, ke-8 dan ke-9 alat pengering tidak diganti lagi. Dan proses penggantian tidak boleh lebih dari waktu 24 jam, karena dapat merusak awetan (membusuk).

     Proses penggantian alat pengering dilakukan pada bagian kertas buram dan busanya (gabus) saja. Sedangkan kertas roti yang berisi bunga atau daun dipindahkan ke alat pengering yang baru yang terdiri dari tumpukan kertas buram 10 lembar dan busa kemudian ditutup kembali. Sehingga pada teknik Oshibana ini, pada 1 awetan membutukan 2 alat pengering sebagai gantinya. Pergantian alat pengering tergantung pada jenis-jenis tumbuhan yang diawetkan. Jika tumbuhan yang memiliki banyak air akan lebih sering mengganti alat pengering agar awetan tetap dalam keadaan bagus.

Setelah 10 hari awetan dibuka dan dilihat hasilnya, kemudian awetan dapat dikreasikan sesuai dengan keinginan kita. Pada hasil teknik Oshibana ini biasanya awetan paling sering digunakan untuk aksesoris wanita yang cantik dan lucu sehingga dapat bernilai jual tinggi. (Siti Imama K.)