Informasi

FMIPA UNISMA Sabet Gelar Duta Lingkungan

Sabtu, 07 Mei 2016 - 09:36 WIB
Diposting oleh: SYAMSUDIN UNISMA - Kategori: Kampus

Tema Gaun : “ Dynamic of Katulistiwa ”

Perwakilan FMIPA UNISMA Rayon Ar-Rozi yaitu SILFI HAMIDATUL LAILIYAH berhasil memperoleh gelar Duta Lingkungan pada Jum’at malam (6/5) di Hall Oesman Mansur (Al-Hanafi) Universitas Islam Malang. Kontes Pemilihan Duta Lingkungan ini bertemakan “Harmonisasi Cinta Dalam Budaya” yang diselenggarakan oleh Rayon Al-Hikam PMII dari Fakultas Hukum. Silfi berhasil mengalahkan pesaing-pesaing beratnya dari berbagai Fakultas di lingkungan UNISMA. Seluruh peserta dituntut untuk menampilkan gaun yang ramah lingkungan, terbuat dari bahan daur ulang. Tak hanya kreatifitas gaun yang menjadi aspek penilaian. Setiap peserta juga harus mempresentasikan filosofi dari masing-masing gaun yang dikenakan. Sehingga penentuan pemenang berdasarkan 40% dari aspek kreatifitas, pengetahuan 35%, 15% kesopanan dan 10% bahasa tubuh.

Silfi sendiri memilih tema dari gaun yang digunakan adalah “Dynamic of Katulistiwa”. Tubuhnya dipenuhi dengan ornament kepingan-kepingan kaset Compact Disk (CD) bekas dan mulai dari mahkota hingga ujung gaun adalah kombinasi dari sendok-sendok plastic dan koran daur ulang, sangat kreatif. Dan pada sesi presentasi dalam pemaparannya Silfi mencoba menjelaskan filosifi gaun yang ia kenakan. Silfi mengatakan bahwa mahkota di atas kepalanya, menandakan sebuah kehormatan yang harus dijaga layaknya aurat wanita berupa rambut dan seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Adapun kepingan CD yang menghiasi ketika terkena pantulan cahaya akan membiaskan penampakan pelangi menyimbolkan kekuasaan Tuhan yang menciptakan keindahan pelangi di Langit. Sendok-sendok yang begitu dominan melekat pada gaun, mewakilkan sebuah etika dalam kehidupan ini. Bahwa hidup harus beretika dan bermoral. Itulah mengapa dalam etika jamuan makan malam sendok menjadi penting. Aksen Koran pada ujung-ujung gaunnya mengisyaratkan bahwa koran adalah salah satu sumber ilmu yang terkadang terlupakan dan setelah membaca banyak yang membuangnya di sembarang tempat. Oleh karenanya Silfi mengajak untuk lebih memanfaatkan koran sebagai karya seni.

Dengan Gelar sebagai Duta Lingkungan, semoga Silfi Hamidah dapat lebih banyak mengajak semua pihak untuk peduli terhadap Lingkungan. Dan dengan kemenangan tersebut cukup menjadi bukti bahwa mahasiswa FMIPA tak hanya cerdas dalam sains namun memiliki sudut cerdas seni dan peduli akan Budaya. (Anna W. Fathiah)